Kedai Kopi Cak Alief Hadir di Festifal Seni Multatuli Rangkasbitung

Foto bersama sejumlah konsumen penikmat kopi saat berkunjung ke stand Kedai Kopi Cak Alief di Alun-alun Rangkasbitung. (Foto/Dok).

LEBAK,- Jumlah kedai kopi di kota-kota kini semakin menjamur. Keberadaanya kini semakin banyak diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari yang tua hingga kaum milenial. Beragam aroma yang disuguhkan juga sangat beragam. Bukan hanya citarasanya yang khas dan nikmat saja, tetapi juga tempat ngopi yang menawan.

Baru-baru ini sebuah Kedai kopi baru hadir di Rangkasbitung, Banten. Kedai Kopi yang dinamai Kopi Cak Alief ini menyediakan berbagai varian kopi yang berkualitas.

Kebetulan, Kedai Cak Alief juga menjadi salah satu peserta pameran Festival Seni Multatuli yang berlangsung dari tanggal 6-9 September 2018 di Alun-Alun Rangkasbitung.

Abdurrhosyid, selaku Owner kedai kopi Cak Alief mengatakan, pihaknya menyediakan berbagai varian kopi yang disesuaikan dengan keinginan konsumen.

Pemilik kedai kopi yang berada di Kawasan Lewi Ranji, Rangkasbitung ini mengaku sejak awal dilounching sudah banyak pelanggan yang berdatangan.

Rata-rata jumlah pengunjung mencapai 100 – 200 konsumen per harinya. Adapun, kedai kopi ini ingin mendongkrak kualitas kopi lokal terbaik asli Lebak, sebagai kopi khas yang memililiki nilai ekonomis tinggi.

Untuk saat ini, Rosyid masih mengandalkan kopi jenis terbaik dari kawah ijen yang dikenal sebagai kopi terbaik di Jember.

Kata Rosyid, banyak hal yang harus dikerjakan untuk menghasilkan kopi yang baik, mulai dari mencari bahan baku yang baik, mengolah biji kopi dengan standar internasional, serta cara menyajikan kopi kepada pelanggan dan lain sebagainya.

Abdurrhosyid selaku Owner kedai kopi Cak Alief berniat mendongkrak kualitas kopi lokal terbaik asli Lebak sebagai kopi khas yang memililiki nilai ekonomis tinggi.

“Untuk saat ini kita masih mengunakan kopi Kawah ijen Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Dampit, Malang, Garut, Aceh, Toraja, Medan dan varian kopi Nusantara lainnya,” katanya.

Namun ke depannya, Rosyid menargetkan akan melatih petani lokal Kabupaten Lebak agar bisa bersaing dengan petani-petani Nusantara khususnya, sebagai penghasil kopi.

Ia mengaku membutuhkan dukungan dan masukan dari Pemerintah Kabupaten Lebak dalam mengangkat kearifan lokal yang ada di wilayah Kabupaten Lebak. (Deni)