Kanwil Banten Resmikan Barbershop & Tailor di Rutan Rangkasbitung

Kakanwil Banten Ayub Suratman bersama gitaris Wali Band Apoy saat meresmikan Barbershop dan Tailor di Rutan Klas II B Rangkasbitung, Kamis 15/2, (Foto/Dok. Rutan).

LEBAK, – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil) Banten meresmikan Barbershop dan Tailor yang akan dioperasikan oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) rumah tahanan (Rutan) Klas II B Rangkasbitung, Kamis (15/2).

Hadir dalam persemianbtersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Banten, Ajub Suratman, Kepala Rutan Rangkasbitung, Aliandra Harahap, dan personil Wali Band.

“Puji Syukur, di Rutan Rangkasbitung bisa bertambah sarana pembinaan life skill bagi WBP. Semoga berkah dan bisa bermanfaat bagi WBP selama menjalani masa pidana dan bekal setelah bebas Nanti,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Banten, Ajub Suratman dalam sambutanya, Kamis (15/2).

Sementara itu Kepala Rutan Rangkasbitung, Aliandra Harahap mengatakan, keberadaan Barber Shop dan Tailor di dalam Rutan klas IIB Rangkasbitung tersebut meeupakan buah semangat dari petugas dan WBP serta adanya dukungan dari mitra kerja Rutan Rangkasbitung.

“Kami yakin bahwa sarana pembinaan life skill ini akan sangat bermanfaat bagi WBP. Mereka akan memiliki keahlian yang nantinya bisa diterapkan setelah bebas sehingga tingkat pengulangan untuk melakukan tindak pidana akan berkurang dan mereka akan menyatu dengan masyarakat sesuai dengan harapan dan cita-cita Pemasyarakatan,” ujar Aliandra.

Hal senada juga disampaikan oleh personil Wali Band, mereka kompak menyampaikan bahwa Rutan Rangkasbitung luar biasa, petugas memiliki semangat dalam membina para santri binaan.

“Ini diluar ekspektasi kami, kami merasakan suasana tidak seperti penjara. Tapi seperti suasana pondok pesantren yang kami alami dulu sewaktu mondok,” kata Faank Vokalis Wali Band.

Ungkapan serupa juga disampaikan gitaris Wali Band Apoy menyatakan, Rutan Rangkasbitung ini menjadi rool model pembinaan Pondok Pesantren untuk seluruh Indonesia.

“Dengan adanya Pesantren yang aktif di dalam rutan Rangkasbitung, bisa menjadi contoh bagi rutan lainnya di seluruh Indonesia dengan menerapkan sistem pondok pesantren yang serupa,” tandasnya. (Alvin/Yusuf).