Iti Octavia Jayabaya Terima Penghargaan 10 Bupati Inovatif 2017

Bupati Iti Octavia Jayabaya menerima penghargaan IGA 2017.(Foto/Istimewa)

JAKARTA – Bupati Iti Octavia Jayabaya menerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2017 dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Puri Agung Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Senin (18/12). Penghargaan tersebut diberikan kepada tiga gubernur, 10 bupati, dan 10 walikota se-Indonesia.

Baca juga:
Puluhan Kios di Pasar Buah Mandala Rusak Parah
Kades Curugbadak Ajak Warga Awasi Pergaulan Anak
Polda Banten Amankan 2 Juta Butir Obat Ilegal di Lebak

Di Banten, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany juga menerima penghargaan yang sama dari Kementerian Dalam Negeri. Dua srikandi asal Banten tersebut menorehkan tinta emas di tingkat nasional.

Bupati Iti Octavia Jayabaya menyatakan, prestasi tersebut diraih atas kerja keras dan dukungan dari semua elemen masyarakat. Di tengah keterbatasan sebagai daerah tertinggal, Lebak ternyata masih bisa berprestasi dan bersaing dengan daerah lain di Banten.

“Inovasi yang kami lakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membawa Lebak keluar dari predikat sebagai daerah tertinggal. Karenanya, penghargaan ini saya persembahkan untuk masyarakat Lebak,” kata Iti Octavia Jayabaya di Jakarta.

Mantan anggota DPR RI ini optimistis, dengan kerja keras dan sinergi antara semua pihak di daerah, Lebak mampu keluar dari ketertinggalan. Apalagi, Lebak memiliki aparatur sipil negara (ASN) yang kreatif dan inovatif. Hal itu akan menjadi garansi untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat di 28 kecamatan.

“Penghargaan yang saya terima bukan tujuan akhir. Target saya, mewujudkan Lebak Cerdas, Lebak Sehat, dan Lebak Sejahtera,” ungkapnya.

Kepala Bagian Humas Setda Lebak Eka Prasetiawan membenarkan, Bupati Iti Octavia Jayabaya menerima penghargaan IGA 2017 dari Mendagri. Penghargaan tersebut diraih, karena Bupati Iti Octavia Jayabaya berhasil melakukan inovasi dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan inovasi daerah lainnya.

Tiga inovasi yang dilakukan Pemkab Lebak, yakni pemberian nomor register perangkat desa (NRPDes). Kebijakan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. NRPDes akan mendorong pemerintahan desa yang profesional, efisien dan efektif, terbuka serta bertanggung jawab. Kedua, inovasi di bidang kesehatan, yaitu inovasi undang jemput antar selamat (Ujas) yang dilaksanakan di Puskesmas Cijaku. “Program ini untuk menekan angka kematian ibu dan bayi,” paparnya.

Ketiga, inovasi di bidang pertanian. Kabupaten Lebak sebagai lumbung pangan di Banten melakukan terobosan dengan mengangkat mantri tani desa (MTD). Pengangkatan MTD diyakini akan dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian dan menjaga kesinambungan ketahanan pangan di Lebak dan Banten.

“Prestasi yang diraih Bupati Iti Octavia Jayabaya akan melecut semangat para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), ASN, dan masyarakat Lebak untuk lebih giat lagi dalam berinovasi dan berkarya untuk mendukung program percepatan pembangunan di Lebak,” tukasnya.(Alvin)