Hasil Panen Rambutan di Kecamatan Maja Meningkat

Kades Buyutmekar meninjau panen rambutan tangkue di Kampung Batu Karut, Desa setempat, Kamis 01/02 (Foto/Ali).

MAJA – Kecamatan Maja merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Lebak yang terkenal memiliki komoditas unggulan rambutan tangkue. Hampir semua penduduk di Maja memilikinya, baik yang ditanam di perkebunan maupun pekarangan rumah.

Musim panen rambutan tangkue tahun ini, para petani rambutan di Kecamatan Maja mersa lega. Pasalnya, musim panen tahun ini, selain hasilnya bagus juga jauh lebih menigkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Sobri, salah seorang petani rambutan di Kampung Batu Karut, Desa Buyutmekar, Kecamatan Maja mengatakan, tahun ini rata -rata hasil panen rabutan jauh lebih bagus dibandingkan dengab tahun-tahun sebelumnya. Selain hasilnya cukup bagus juga harganya pun masih mahal.

Dari sepuluh pohon rambutan yang dimilikinya, ia jual dengan harga Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu perpohon. Para tengkulak yang datang tidak hanya berasal dari Rangkasbitung saja, tapi juga dari wilayah Serang dan Cikande. Para tengkulak tersebut memasarkan rambutan ke wilayah Jakarta dan Bogor.

“Hasil panen tahun ini, Alhamdulillah cukup memuaskan. Padahal sebelumnya para petani merasa khawatir karena cuaca yang tidak menentu,” katanya kepada Orbit Banten, Rabu (31/01).

Para tengkulak sedang mengikat rambutan tangkue di Desa Buyutmekar, Kamis 01/02 (Foto/Ali).

Selain dibeli dengan cara borongan, rambutan tangkue dari petani juga di beli per ikat. Dalam satu ikat rambutan berisi 15 sampai 20 biji dengan harga Rp 1.300 per ikat.

“Saya biasa beli rambutan dari petani dengan cara borongan dan dipasarkan di Jakarta. Dalam satu hari saya bisa membeli 1000 sampai 2000 ikat,” kata Saleh, salah seorang tengkulak.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Buyutmekar Tatang Saepurohman mengatakan, hampir semua warga masyarakat yang ada di desanya memiliki tanaman rambutan. Baik yang ditanam di kebun, maupun pekarangan rumah.

Menurut Kades, tahun ini hasil panen rambutan di Buyutmekar mengalami penigkatan dibandingkan dengan tahun sebelunnya. Hasil panen para petani selain dijual langsung oleh pemilik ke pasar Maja, Rangkasbitung dan Jakarta. Namun ada juga sebagian yang menjualnya ke tengkulak.

Setiap hari tidak kurang dari satu ton hasil panen petani di desanya yang dijual petani. Pihaknya bersyukur hasil panen rambutan tahun ini meningkat. Dengan meningkatnya hasil panen, tentu hal ini dapat menambah penghasilan para petani.

“Saya minta, warga terus mengembangkan tanaman rambutan ini dengan cara memanfaatkan lahan yang ada. Apalagi saat ini komoditas rambutan di wilayah Maja mulai menipis seiring banyaknya lahan pertanian yang dijadikan perumahan,” tandasnya. (Ali).