Getar Banten, Serukan Penyertaan Modal Rakyat

Aliansi Banten Menggungat/ Getar Banten saat menggelar konfrensi pers di Aula Resto Iwak Banten. (Foto/Dok).

SERANG,- Gerakan Cinta Rakyat Banten menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat Banten untuk melakukan penyertaan modal melalui rekening non perorangan (Getar Banten,-red) dalam rangka penyelamatan Bank Banten. Hal itu terungkap saat Aliansi Banten Menggungat menggelar konfrensi pers di Aula Resto Iwak Banten, Selasa (19/5/2020 ) sore.

Konfrensi pers dihadiri berbagai kalangan insan pers dari media TV nasional, Lokal, media cetak dan media online. Serta berbagai kalangan mulai dari nasabah Bank Banten yang merasa dirugikan (H. Akhmad Jajuli), tim Advokat peduli Bank Banten (Dadi Hartadi).

Ketua ABM, Arwan mengatakan, selama lima hari sudah tercatat sebanyak Rp 5.055.000, dengan nominal variatif mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 2.500.000.

“Kami optimis gerakan penyertaan modal rakyat ini bisa mencapai 600 M ketika seluruh element rakyat banten bahu membahu dan secara masive di gencarkan. Kelak rakyat memiliki saham didalamnya. Karena memang nantinya akan kita konversikan kedalam bentuk saham, saat right issue baru Bank Banten. Kita sudh melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder holder terkait untuk merealisasikan tujuan ini,” ungkapnya.

Arwan menjelaskan, tujuan pembukaan rekening tersebut untuk membantu persoalan likuiditas Bank Banten yang rusak akibat ‘rush money’, serta mengembalikan trust masyarakat kepada Bank Banten.

“Saat ini banyak orang yang berfikir bahwa Bank Banten bangkrut, tutup, dan sebagainya. Hingga berduyun – duyun menarik uangnya baik yang dalam bentuk tabungan, giro, ataupun deposito. Padahal sampai dengan saat ini Bank Banten masih beroperasi seperti biasa, meskipun jumlah penarikan dibatasi,” katanya.

Sekretaris ABM, Adi Firman menambahkan, bahwa Bank Indonesia Perwakilan Banten dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memiliki otoritas dan kewenangan sudah mengambil sikap. Jadi publik tinggal menilai mana yang benar dan mana yang ceroboh.

“Sejak awal kami sudah mendapat keterangan langsung dari Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, bahwa BI tidak merekomendasikan perpindahan Kasda. OJK juga sudah memastikan posisi Bank Banten sebelum RKUD dipindah ke BJB dalam kondisi baik dan liquid,” katanya.

Sementara, tim advokasi peduli Bank Banten, Dadi Hartadi, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyusun beberapa langkah dan opsi untuk menggugat keputusan Gubernur terkait pemindahan Kasda dari Bank Banten ke BJB.

“Terkait strategi gugatan PT TUN tidak akan kita ungkapkan disini yang jelas kami sudah mengantongi berbagai jenis peluru tajam. Lihat saja nanti,” katanya.

Untuk gabung dalam gerakan penyertaan modal rakyat ini, masyarakat dapat menyetorkan sejumlah dana ke nomor rekening 0806299910 A.N GETAR BANTEN. Lalu mengkonfirmasikan bukti transfer dan foto kartu identitas ke nomor WA call center GETAR BANTEN di +62 821-1321-9400 untuk kebutuhan validasi dan verifikasi data diri. (*/Red).