Gagal Mediasi, Panwaslu Lebak Kembali Gelar Sidang Penyelesaian Sengketa Pilkada

Mediasi tertutup antara KPU Lebak dengan pasangan CS-DS di kantor Panwaslu Lebak, jalan Tb Hasan, Pasir Ona Rangkasbitung, Selasa 06/01, (Foto/Istimewa)

LEBAK – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lebak kembali menggelar sidang penyelesaian sengketa pemilu setelah proses mediasi gagal menemukan titik temu (kesepakatan,-red).

Mediasi antar pihak KPU Lebak dengan Cecep Sumarno – Didin Saprudin didampingi kuasa hukum dari kedua pihak dilakukan secara tertutup di kantor Panwaslu Lebak jalan Tb. Hasan, Pasir Ona, Rangkasbitung Selasa (16/01).

Ketua Panwaslu Lebak Ade Jurkoni mengatakan, bahwa mediasi didasari atas gugatan yang diajukan pasangan CS-DS atas surat keputusan KPU Lebak tentang hasil penghitungan ulang berkas dukungan pasangan CS-DS yang tidak memenuhi syarat (TMS).

“Proses mediasi tidak menemukan titik temu, karena kedua pihak baik KPU maupun CS-DS bersikukuh dengan pendirianya masing-masing,” kata Ade Jurkoni kepada wartawan usai menggelar mediasi, Selasa (16/01) sekira pukul 20.00 WIB.

Untuk itu, lanjut Ade Jurkoni, pihaknya akan melanjutkan proses penyelesaian sengketa Pilkada ini dalam persidangan yang akan dipimpin oleh Bawaslu Provinsi. Langkah tersebut dilakukan setelah Panwaslu Lebak berkoordinasi dengan Bawaslu Provinsi

“Sidang Insya Allah kita akan laksanakan mulai besok (Rabu, 17/01,-red) sekitar pukul 10.00 WIB. Sidang digelar selama lima hari, dan mudah-mudahan hari Senin (22/01) nanti sudah ada keputusan,” ujarnya.

Sementara itu komisioner KPU Lebak CR. Nurdin mengatakan, KPU Lebak akan mengikuti apa yang sudah diputuskan Panwaslu Lebak.

“KPU siap mengikuti proses persidangan ini. Bagaimana hasilnya, kita lihat dalam proses persidangan nanti,” tandasnya. (Yusuf/Deni).