Gaet Dinas Pertanian, WBP Lapas Rangkasbitung Dibekali Pelatihan Olerikultura

RANGKASBITUNG – Dengan menggaet Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas III Rangkasbitung memberikan pelatihan Olerikultura atau menanam sayur mayur kepada 20 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Aula Pembinaan Lapas Rangkasbitung, Selasa (12/1).

Kepala Lapasa (Kalapas) Budi Ruswanto mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini bertujuan dalam membantu WBP mengembangkan diri atau mempersiapkan dirinya setelah kembali ke masyarakat.

“Saya harap nantinya, setelah keluar dari Lapas, warga binaan ini tidak melakukan tindak pidana lagi. Sehingga dapat menjadi manusia yang unggul, mandiri, aktif dan kreatif setelah kita bekali pelatihan ini,” harap Kalapas kelas III Rangkasbitung Budi Ruswanto dalam sambutannya di Aula Pembinaan Lapas Rangkasbitung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan, pelatihan ini difokuskan di bidang Olerikultura (Sayuran) dengan melakukan pelatihan penanaman, yaitu penanaman cabai.

“Sementara ini, WBP kita berikan pelatihan dalam penanaman cabai dahulu,” ungkapnya.

Rahmat Yuniar menambahkan, Warga Binaan Pemasyarakatan dalam hal ini juga akan dibina dan dibimbing menjadi sumber daya manusia yang potensial sebagai bagian dari pembangunan nasional dipusat pertanian dan mampu berkontribusi dalam kemajuan ekonomi nasional, penghasil produk bernilai ekonomi yang mampu menyokong nilal tambah ekonomi Negara.

“Dinas Pertanian Kabupaten Lebak akan terus berkerjasama dengan Lapas Rangkasbitung dan berharap para Warga Binaan Pemasyarakatan Rangkasbitung ini mendapat bekal dan menjadi Warga Negara Indonesia yang baik dan berguna setelah keluar dari Lapas,” tambahnya.

Terpisah, Kasubsi Pembinaan Eka Yogaswara mengatakan, bahwa sistem pemasyarakatan merupakan sebuah tatanan tentang arah, batas dan cara pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam meningkatkan kualitas WBP dengan harapan dapat berintegrasi secara sehat dalam kehidupan di masyarakat nantinya.

“Diharapkan kegiatan ini, bukan hanya sekedar sebagai pengisi waktu luang selama menjalani masa pidana saja, namun juga harus berorientasi pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan hasil produk yang berkualitas, berdaya saing serta berkesinambungan,” jelasnya. (Met).