Diterjang Banjir Bandang, Kerugian Lahan Pertanian di Lebak Mencapai 8 Miliar

LEBAK,- Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak mencatat nilai kerugian petani akibat bencana banjir bandang sungai Cidurian dan Ciberang di 6 kecamatan di Kabupaten Lebak mencapai Rp 8 miliar. Ke-enam kecamatan itu terdiri dari Kecamatan Lebak Gedong, Sajira, Cipanas, Maja, Cimarga dan Kecamatan Curugbitung.

“Hasil estimasi atas kerusakan lahan pertanian berikut sarana dan prasananya itu mencapai 8 miliar,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Rangkasbitung, Senin (13/1/2020).

Dede menjelaskan, besarnya nilai kerugian masih bersipat sementara. Baru menghitung kerusakan lahan berikut sarana dan prasarananya, yakni lahan sawah 8,90 hektar, lahan jagung 3 hektar, pepaya 0,5 hektar dan singkong 4 hektar.

“Belum ditambah kerusakan kebun cengkeh dan lainnya. Lalu lantai jemur padi dan bibit tanaman lainya.

Dede menegaskan, hitungan taksiran kerugian petani dari tanaman padi itu Rp 4,5 juta perhektar, ditambah mesin pompa air sebanyak 60 unit hilang terseret arus.

Pihaknya mengaku, upaya penanganan kerusakan lahan pertanian sudah disampaikan kepada Menteri Pertanian.

“Kita sudah mengajukan bantuan benih pompa air untuk petani di 6 Kecamatan kepada Pak Mentan saat berkunjung ke lokasi bencana,” ungkap Dede.

Lebih lanjut Dede mengungkapkan, untuk penanganan lahan sawah yang tertutup lumpur akan menggunakan alat berat. Adapun musim tanam serentak disituasi sekarang ada pergeseran tidak pada akhir tahun 2019, tapi di bulan Januari 2020 karena kondisi cuaca kemarau.

“Kita kerjasama dengan BPBD dan instansi terkait, termasuk kita kerahkan beko untuk ke sana.

Sobari warga Somang, Kecamatan Sajira berharap, bantuan untuk alsintan berupa mesin pompa air dipercepat.

“Karena saat ini dibutuhkan untuk mempercepat proses pembersihan lumpur yang menggenangi area pesawahan. Agar secepatnya bisa kembali tanam padi,” katanya. (Deni).