Disnaker Lebak Rekrut 128 Pemuda Pengangguran

Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Lebak saat diresmikan oleh Sekda Lebak beberapa waktu lalu, (Foto/istimewa).

RANGKASBITUNG,- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak tengah merekrut ratusan pemuda dan pemudi pengangguran untuk mengikuti  pelatihan otomotif dan komputer di Balai Latihan Kerja (BLK) Lebak di Kecamatan Sajira. Mereka yang direkrut merupakan warga yang berdomisili di Kabupaten Lebak.

“Pelatihan otomotif dan komputer akan dilaksanakan pada bulan Agustus-Sepetember mendatang. Untuk pesertanya kita rekrut para pengangguran warga Lebak,” kata Kepala Seksi Penempatan Perluasan Tenaga Kerja pada Disnakertrans Lebak Dian Duriatna, kepada Orbit Banten, Minggu (8/7).

Dian mengatakan, persyaratan menjadi peserta pelatihan terdiri dari Ijazah terakhir, pas foto, dan KTP. Kemudian mengisi formulir pelatihan yang akan diikuti.

“Proses pendaftaranya di Kantor Disnaker. Bagi yang berminat, silakan datang sebelum akhir Juli ini,” katanya.

Katanya, jumlah pendaftar tidak dibatasi. Disnaker menampung sebanyak-banyaknya. Namun untuk jumlah pesertanya terbatas yakni sebanyak 128 orang, disesuaikan dengan ketersediaan alokasi anggaran yang bersumber dari APBD Lebak 2018.

“Adapun waktu pelaksanaan di bulan Agustus mendatang. Angkatan pertama itu kelas otomotif. Setelah itu baru kelas komputer,” paparnya.

Dian mengatakan, sebelumnya di BLK telah dilaksanakan pelatihan tofografi dari provinsi. Kemudian pelatihan kelistrikan dari Sekolah Penerbangan.

“Alhamdulilah semenjak ada BLK banyak dibuka kelas pelatihan. Yang diharpkan dapat membantu mengentaskan pengangguran, khusunya di Kabupaten Lebak,” harapnya.

Selain memaksimalkan kegiatan di BLK, kata Dian, Disnaker juga menjalin kerjasama dengan perusahaan dalam mengentaskan penganguran.

“Saat ini baru ada dua perusahaan, yaitu Alfamart dan Indomaret yang menjalin hubungan intensif dengan kita dalam soal perekrutan tenaga kerja. Mereka melakukan perekrutan di sini dan selalu melaporkannya, terakhir itu telah menerima lima orang supervisor,” imbuhnya.

Dian berharap, perusahaan lain di Kabupaten Lebak dapat mengikuti. Artinya turut melibatkan Disnaker dalam hal rekrutmen tenaga kerja.

“Sementara ini perusahaan besar ataupun kecil, jangankan megajak, laporannya saja tidak ada. Ini terjadi karena pihak perusahaan beralasan kalau di Lebak hanya cabang sedangkan kantor manajemen pusatnya di Jakarta dan proses perekrutan selalu dilakukan di sana,” pungkasnya.(Deni).