Diduga DBD, Dua Warga Desa Cipendeuy Dilarikan ke RSUD Malingping

Salah seorang petugas Puskesmas Cipendeuy sedang menjenguk pasien DBD yang terbaring lemas di RSUD Malingping. (Foto/Kus).

LEBAK,- Ade (40) dan Alis (29) warga Kampung Gintung, Desa Cipendeuy, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak terpaksa dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Malingping. Kedua kaka beradik tersebut diduga terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Mat Matin, Suami Alis salah satu pasien yang diduga terkena penyakit DBD. Saat bertemu wartawan pada Selasa (25/20/2020).”

Suami Alis, Matin mengatakan, bahwa sebelumnya tidak menduga jika istrinya terkena DBD dan mengira hanya demam panas biasa.

“Saya kira hanya demam biasa, tapi setelah beberapa hari tidak sembuh dan malah demamnya makin tinggi,” kata Matin kepada wartawan, Selasa (25/2/2020).

Menurutnya, kondisi Alis sudah mengkhawatirkan. Pasalnya, saat dirawat di RSUD Malingping sering mengeluarkan darah dari hidung, telinga dan mulut. Sementara, Ade yang juga kaka iparnya, hanya di rawat di RSUD Malingping karena kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan.

“Setelah ditangani beberapa jam di RSUD Malingping akhirnya Alis terpaksa dirujuk ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung untuk mendapatkan perawatan yang lebih optimal,” katanya.

Matin berharap, pemerintah secepatnya melakukan tindakan agar tidak ada lagi warga yang terjangkit DBD.

Kepala Puskesmas Cipendeuy, Ade Arifudin, menyampaikan bahwa pihak Puskesmas setempat telah melakukan penyelidikan epidimology ke lokasi tempat tinggal pasien.

Diakuinya bahwa, di lokasi tempat tinggal warga yang terjangkit DBD ditemukan beberapa tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk. Seperti bak mandi, kolam-kolam dari semen, botol yang berisi air, bahkan ada ban bekas yang berisi air.

“Untuk menghilangkan nyamuk-nyamuk tersebut yang lebih efektif itu dilakukan dengan cara Larvasida. Jika dilakukan dilakukan foging itu hanya membunuh nyamuk dewasa saja sedangkan larvanya akan selalu ada,” kata Ade.

Sementara itu, pasca kejadian tersebut pihak PKM langsung melakukan larvasida dengan menggunakan bubuk abate sekaligus memberikan penyuluhan kepada warga sekitar.

“Kita berikan penyuluhan kepada warga, agar mereka mau membersihkan lingkungan sekitar yang diduga menjadi sarang nyamuk,” tukasnya. (Kus).