Dekranasda Lebak Promosikan Tenun Baduy di Pasar Hamburg Jerman

Ketua Dekranasda Kabupaten Lebak Muhamad Farid Dermawan siap menampilkan sebanyak 30 jenis baju yang dirancang dari tenun Baduy pada fashion show festival budaya pasar Hamburg di Jerman. (Foto/Dok).

LEBAK,- Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lebak menampilkan peragaan busana tenun Baduy di Pasar Hamburg Jerman yang selalu menjadi festival budaya Indonesia terbesar di Eropa dan dikunjungi puluhan ribu orang.

Para pengunjung disajikan dengan berbagai macam motif tenun Baduy, kerajinan khas Indonesia dan kreasi seni tradisional lainnya serta seni kontemporer Nusantara yang digelar pada tanggal 6 sampai 9 Oktober 2018.

Ketua Dekranasda Kabupaten Lebak Muhamad Farid Dermawan menjelaskan, sebanyak 30 jenis baju yang dirancang dari tenun Baduy ditampilkan pada fashion show festival budaya pasar Hamburg Jerman yang dibagi kedalam tiga bagian.

Berbagai macam motif tenun baduy, kerajinan khas Indonesia dan kreasi seni tradisional lainnya ditampilkan pada fashion show di pasar Hamburg, Jerman. (Foto/Dok).

“Di Hari pertama Dekranasda Lebak mendapatkan kesempatan untuk menampilkan 10 baju tenun baduy, dan dihari kedua (7/10) kita akan menampilkan 20 baju tenun Baduy,” kata Farid.

Selain fashion show tenun Baduy, Dekranasda Lebak juga mendirikan stand hasil kerajinan khas Lebak seperti batik Lebak, makanan, dan kerajinan tangan lainnya.

Farid Dermawan menambahkan, tenun Baduy memotivasi Dekranasda Lebak untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan ke mata dunia. Hal ini berdasarkan dari kunjungan wisatawan lokal maupun manca negara, khususnya yang mengunjungi Baduy dan mengagumi motif serta perpaduan warna pada tenun Baduy yang sangat bagus dan indah.

Tidak sedikit warga Indonesia yang rindu tanah air mengunjungi festival budaya yang bertajuk “Pasar Hamburg.” Hal ini diungkapkan sejumlah warga Indonesia yang tinggal dikawasan Messehalle, Hamburg, Jerman, yang menjadi salah satu festival budaya Indonesia tahunan terbesar di Eropa.

Pasar Hamburg sebagai simbol yang diselenggarakan sebuah yayasan pertukaran budaya Indonesia-Jerman. Acara ini merupakan wadah untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus sebagai tempat pertemuan segenap insan kreatif dunia.

Di setiap tahunnya, pasar Hamburg sukses menggelar sejumlah acara seperti konser musik, tari, peragaan busana, bedah buku, dan diskusi sastra. Selain itu, pagelaran ini juga menampilkan pameran fotografi, seni rupa, seni musik, pemutaran film, dan seminar yang mengenalkan lebih jauh tentang Indonesia.

Dalam rangkaian acara trsebut, pasar Hamburg selalu ramai dikunjungi masyarakat lintas negara Eropa yang jumlahnya mencapai puluhan ribu pengunjung, dikarenakan pasar Hamburg menjadi festival negeri ini yang dinantikan di kawasan negara-negara maju. (Deni).