Cuaca Ekstrem, Pasokan Ikan ke Pasar Tradisional Berkurang

Pedagang Pasar Maja melayani masyarakat di lapaknya.(foto/Ali)

LEBAK – Cuaca ekstrem yang terjadi sejak bulan lalu menyebabkan pasokan ikan ke sejumlah pasar tradisional minim. Kondisi tersebut dikeluhkan para pedagang, karena permintaan ikan laut dari masyarakat tidak bisa dipenuhi.

Baca juga:
Bupati Bagikan 2.000 Kartu Multi Trip Commuter Line Gratis
Hilang Dihantam Ombak, Nelayan Binuangeun Ditemukan Tewas
Pak Dirut, Sudah Tiga Hari Air PDAM Tidak Mengalir

Rustaman, pedagang Pasar Maja menyatakan, sejak beberapa hari terakhir, pasokan ikan ke Pasar Maja berkurang akibat cuaca ekstrem. Para nelayan di pesisir pantai tidak berani melaut, karena gelombang di wilayah Banten Selatan cukup tinggi. Jika memaksakan melaut, maka akan membahayakan keselamatan para nelayan.

“Sudah lebih dari seminggu, pasokan ikan langka. Kondisi tersebut dikeluhkan para pedagang dan masyarakat,” kata Rustaman, Senin (4/12).

Selain pasokan ikan yang minim, jenis ikan yang dikirim ke Pasar Maja hanya dua, yakni ikan tongkol dan ikan bandeng. “Nelayan di Lebak Selatan sejak tiga hari ini tidak mendapatkan ikan akibat cuaca buruk yang melanda wilayah Indonesia,” ujarnya.

Untuk masalah harga ikan, Rustaman menyatakan, tidak ada kenaikan harga ikan laut di Pasar Maja. Harga ikan bandeng masih seperti sebelumnya, yakni Rp20 ribu, sedangkan harga ikan bandengn kurang lebih sebesar Rp23 ribu per kilogram.

“Harapan kami, pasokan ikan ke pasar tradisional kembali normal, sehingga stok ikan melimpah dan masyarakat bisa menikmati berbagai jenis ikan dari laut Lebak,” paparnya.

Harianto, pedagang ikan di Pasar Maja lainnya, mengatakan, badai yang menerjang wilayah Lebak dan Banten telah mengakibatkan pasokan ikan berkurang signifikan. Karena itu, dia berharap, cuaca kembali bersahabat, sehingga nelayan kembali melaut.

“Kasihan masyarakat, mereka enggak bisa mendapatkan ikan segar dari nelayan. Tapi, saya yakin pasokan akan kembali normal,” ungkapnya.(Ali)