Cegah Penyebaran Covid-19, Ribuan Masyarakat di Rapid Tes

UNTUK menekan dan mencegah penyebaran Covid – 19 di Kabupaten Lebak, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Kabupaten Lebak melakukan Rapid Tes terhadap ribuan masyarakat di daerah yang di pimpin Bupati Iti Octavia Jayabaya ini.
Hingga awal Juli 2020 ini sudah sekitar 8 ribu warga Lebak mengikuti rapid tes dengan metode mengambil sampel darah.
Sampai Kamis 2 Juli 2020 sebanyak 20 orang warga di Kabupaten Lebak sudah terkonfirmasi positif, satu di antaranya meninggal dunia dan 12 orang sembuh.
Bupati Lebak Hj Iti Octavia Jajayaba mengatakan, Pandemi corona atau Covid-19 telah berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat dunia, termasuk di Kabupaten Lebak. Untuk itu, Bupati Iti Octavia Jayabaya memimpin langsung Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Tujuannya, mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus corona ke pelosok daerah di Lebak.
“Alhamdulilah, kasus positif corona yang sembuh semakin banyak. Saat ini dari 20 positif 12 sudah sembuh. Ini tentu kabar yang menggembirakan, karena itu saya minta masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” kata Iti Octavia Jayabaya.
Bupati perempuan pertama di Lebak ini menyatakan, sudah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk mencegah dan memutus rantai penularan Covid-19. Kebijakan tersebut, yakni refocusing anggaran penanganan Covid-19 Rp181 miliar lebih, meliburkan sekolah, melarang kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan massa, dan melakukan pemeriksaan terbatas di pos perbatasan.
Tidak hanya itu, Iti juga menyediakan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan, membagikan masker dan hand sanitizer untuk ribuan masyarakat, dan menyediakan alat cuci tangan atau wastafel di lingkungan organisasi pemerintah daerah dan fasilitas umum. Bahkan, Bupati Iti Octavia Jayabaya menyurati Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pusat untuk menghentikan operasional kereta rel listrik (KRL) atau commuter line. Karena dikhawatirkan dapat menyebarkan virus corona ke daerah.
“Rapid test atau tes cepat secara massa terus dilakukan Gugus Tugas sebagai upaya dalam menekan penyebaran virus Corona,” katanya.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lebak Doddy Irawan, mengatakan, Pemkab Lebak komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat. Sejak pandemi corona, Dinkes bekerja sama dengan pemerintah desa dan kecamatan melakukan pendataan serta pengawasan terhadap warga yang mudik dari zona merah. Pendataan dan pengawasan dilakukan tenaga medis di puskesmas-puskesmas, sehingga ketika ada warga yang terindikasi terpapar corona bisa langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Banten.
“Sampai saat ini sudah sekitar 8 ribu orang mengikuti tes dengan metode mengambil sampel darah,” kata Kepala Diskominfo Lebak ini.
Jumlah tersebut belum termasuk dengan warga yang mengikuti rapid test Lewat mobil atau drive thru yang mulai dilaksanakan Dinkes Provinsi Banten di Rangkasbitung, Senin 1 Juli 2020.
Dia mengatakan, rapid test yang dilakukan kepada 8 ribuan orang terdiri dari rapid test antigen dan antibodi.
“Ya, sekitar 6 ribu orang itu rapid test antibodi, ini yang bantuan dari provinsi. Sisanya rapid test antigen yang penggunaannya lebih kepada orang-orang kontak erat dan lingkungan di tempat pasien positif,” ujarnya.(mat/red)