Bulan Bhakti ke – 54, Rutan Rangkasbitung Gelar Correctional Fair 2018

Karutan Klas IIB Rangkasbitung Aliandra Harahap, memberikan sambutan pada acara correctional fair dihadapan WBP, Kamis 26/4, (Foto/Dok).

LEBAK,- Dalam rangka memperingati bulan Bhakti pemasyarakatan yang ke – 54, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Rangkasbitung menggelar Correctional Fair 2018 di Lapangan serbaguna Rutan Rangkasbitung, Rabu (25/04).

Correctional Fair 2018 merupakan Festival Seni dan Bahasa yang berlangsung selama 4 hari dimulai dari tanggal 25 sampai 28 April 2018 dengan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Rangkasbitung sebagai peserta di setiap cabang lombanya.

Jenis lomba yang ditampilkan diantaranya, melukis dan pidato bahasa inggris, kemudian setelahnya akan digelar lomba Cipta Baca Puisi dan Creative dance serta sebagai lomba pamungkas akan digelar Festival Marawis sewilayah Banten.

Kepala Rutan Rangkasbitung, Aliandra Harahap menyampaikan, bahwa kegiatan Correctional Fair 2018 kali ini berbeda dari kegiatan sebelumnya, kali ini Rutan Rangkasbitung melibatkan masyarakat luar untuk berpartisipasi dalam memeriahkan Hari Jadi Pemasyarakatan yang ke-54.

“Sejarah, 54 tahun yang lalu, dimana pemasyarakat lahir dari sebelumnya berstigma penjara, kini kami berupaya menggandeng masyarakat luar, agar masyarakat juga semakin terbuka dan tidak bestigma negative terhadap Rutan Rangkasbitung utamanya Warga Binaan Pemasyarakatan.”Ujar Aliandra sapaan akrabnya.

Karutan menuturkan, bahwa Rutan Rangkasbitung mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada dewan guru, para ustad dan peserta yang antusias mengikuti perlombaan dalam festival seni dan bahasa disini.

“Mudah-mudahan saja sesuai dengan tema yang diusung, generasi muda sadar hukum dan anti narkoba yang berakhlakulkarimah, seluruh stakeholder untuk menjadi cerminan lingkungan Rutan Rangkasbitung, masyarakat boleh berkunjung kesini tetapi tidak boleh menjadi penghuni disini (Rutan)” harap Karutan.

Selain itu, Aliandra juga mengharapkan, peserta yang berprestasi untuk bisa menjadi sukarelawan pembina bagi WBP Rutan Rangkasbitung.

“Kami welcome, kapanpun adik-adik peserta untuk menjadi relawan pembina, berbagi ilmu dan keahlian, agar WBP kami juga memiliki ilmu dan keahlian. Satu hal lagi, ingat bahwa Meskipun didala Rutan, dibatasi tembok dan jeruji, akan tetapi Kreatifitas dan kreasi seni tidak boleh terbelenggu,” pungkasnya. (Yusup).