Belasan Tahun Tidak Diperbaiki, SDN 2 Bojongjuruh Terancam Ambruk

Guru SDN 2 Bojongjuruh menunjukan bagian gedung sekolah yang rusak

LEBAK – Gedung SD Negeri 2 Bojongjuruh, Kecamatan Banjarsari, sudah 14 tahun tidak tersentuh anggaran rehabilitasi dari Pemkab Lebak. Akibatnya, satu unit bangunan SDN 2 Bojongjuruh terancam ambruk dan membahayakan para guru serta siswa yang tiap hari melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Kondisi atap tiga ruang kelas dan satu ruang guru cukup memprihatinkan. Plafon dan material kayu yang ada di dalam maupun luar ruang kelas sudah berjatuhan ke lantai. Jika hujan turun, gedung tersebut bocor, sehingga tidak bisa digunakan untuk KBM. Karena itu, masyarakat dan guru SDN 2 Bojongjuruh meminta kepada pemerintah daerah turun tangan.

Baca:
Miris, Jalan Provinsi Berlubang & Bahayakan Pengendara

“Jika tahun depan, sekolah kami enggak mendapatkan bantuan rehab bangunan, maka kerusakan akan bertambah parah dan potensi gedung sekolah ambruk cukup besar,” ungkap Jamri, guru SDN 2 Bojongjuruh ketika ditemui wartawan di sekolahnya, Selasa (14/11).

Menurutnya, sudah lama gedung SDN 2 Bojongjuruh tidak diperbaiki Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Padahal, tiap tahun sekolah mengajukan proposal bantuan perbaikan empat ruang kelas melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Banjarsari. Namun, bantuan yang diharapkan tidak kunjung terealisasi.

“Kami berharap, Pemkab Lebak jangan nunggu sekolah kami ambruk dulu, baru ditangani. Kasihan anak-anak, mereka enggak nyaman mengikuti KBM,” jelasnya.

Kepala UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Banjarsari, Sutoni Wijaya membenarkan, gedung SDN 2 Bojongjuruh rusak berat. Dia sudah mengusulkan rehab gedung kelas I, II, VI, dan ruang guru melalui forum Musrenbang.

“Perbaikan gedung SDN 2 Bojongjuruh akan diprioritaskan pada 2018, termasuk sembilan sekolah lain yang bangunannya membutuhkan perbaikan,” ungkapnya.(Deni Sopandi)