Belasan Jemaah PAKU Ikuti Pembinaan MUI Lebak

Belasan jemaah PAKU tengah menyimak pemaparan tentang ajaran islam dari Pengurus MUI Lebak di Masjid Agung Al A'raaf Rangkasbitung. (Foto/Deni).

LEBAK,- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak memberikan pembinaan dan pemahaman kepada belasan pengikut pengajian Paguyuban Karuhun Sunda (PAKU) pimpinan Daria atau Eyang Sepuh. Pembinaan tersebut dilakukan di Mesjid Agung Al A’raaf Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (14/9/2018).

Pengurus MUI Lebak, Asep Saefullah mengatakan, pembinaan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang ajaran islam yang sesuai dengan tuntunan Al Quran dan Hadis terhadap para jemaah kelompok PAKU. Pasalnya, pemahaman tentang islam yang dilakukan kelompok PAKU ini dinilai banyak yang menyimpang.

“Sejauh ini baru ada 15 orang jemaah PAKU yang mengikuti kegiatan ini,” kata pengurus MUI Lebak kepada Orbit Banten, Jumat (14/9/2018).

Lihat video :

Asep mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah kelompok PAKU ini sesat atau tidak. Namun berdasarkan pengakuan salah seorang jemaah PAKU diketahui informasi bahwa banyak penyimpangan dalam kegiatan pengajianya, diantaranya, sholat wajib tidak harus menghadap kiblat, puasa ramadhan tidak harus sebulan penuh tetapi bole dilaksanakan pada Senin, Kamis, Jumat dan hari kelahiran.

Baca juga :
Diduga Sesat, Bakorpakem Segera Bahas Kelompok PAKU di Lebak

“Secara resmi MUI belum mengeluarkan fatwa, karena harus melakukan pengkajian terlebih dahulu dengan melibatkan berbagai pihak,” ujarnya.

Sampai saat ini, lanjut Asep, anggota kelompok PAKU sudah ada sekitar 100 orang. Mereka berasal dari Lebak, Pandeglang dan juga Serang. Hingga saat ini, pihaknya bersama Bakorpakem masih melakukan pendalaman.

“Intinya, mereka yang ikut kelompok PAKU ini karena ingin mendapat kesejateraan hidup,” tukasnya. (Deni).