Bawaslu Temukan 411 Eksemplar Tabloid Beredar di Lebak

Koordinator Divisi Pengawasan, Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (Divisi PHL) Bawaslu Lebak Ade Jurkoni menunjukan tabloid Pesantren Kita yang telah beredar di wilayaj Kabupaten Lebak. (Foto/Deni).

LEBAK,- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lebak, Banten menemukan sebanyak 411 eksemplar tabloid yang beredar di wilayahnya. Hal itu di ungkapkan Kordiv Pengawasan, Pencegaha dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Lebak, Ade Jurkoni di kantor Bawaslu Lebak, Rabu (30/1/2019).

Pihaknya sudah meminta Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Lebak untuk melakukan pengecekan dan koordinasi dengan Kantor pos disetiap Kecamatan.

“Hasil penelusuran Panwascam dilapangan tercatat sebanyak 411 eksemplar tabloid yang tersebar di 10 Kecamatan,” kata Kordiv Pengawasan, Pencegaha dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Lebak, Ade Jurkoni.

Baca juga :
Panwascam Sajira Amankan Puluhan Eksmplar Tabloid

Ade menjelaskan, dari 411 tabloid tersebut, sebanyak 144 eksemplar tabloid sudah tersebar dibeberapa Masjid dan Pondok Pesantren sesuai alamat yang tertera pada paket tabloid. Sedangkan sisnya 267 eksemplar dikembalikan ke kantor Pos Indonesia.

“Dalam satu amplop itu terdiri dari dua jenis Tabloid, yakni tabloid Indonesia Barokah dan tabloid Pesantren Kita dengan satu pengirim yang sama,” terang Ade.

Pihaknya menduga, tabloid yang masuk ke wilayah Kabupaten Lebak jumlahnya bisa mencapai ribuan eksemplar.

“Berdasarkan keterangan dari petugas kantor Pos Rangkasbitung jumlahnya bisa mencapai ribuan. Apalagi ini disebar ke 28 Kecamatan se-Kabupaten Lebak,”

Terkait konten isi tabloid apakah mengandung unsur pelanggaran pemilu atau tidak, hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil keputusan dari Bawaslu Pusat.

“Kita masih menunggu hasil kajian Bawaslu pusat. Sementara paket tabloid yang sudah terlanjur beredar ini disimpan terlebih dahulu di Panwas Kecamatan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya keresahan dimasyarakat,” tukasnya. (Deni).