Bawaslu Lebak Petakan 2.517 TPS Rawan Pemilu 2019

Ketua Bawaslu Lebak, Odong Hudori sedang menjelaskan indeks kerawanan pemilu di kantor Bawaslu Lebak. (Foto/Deni).

LEBAK,- Bawaslu Banten memetakan 2.517 TPS yang dinilai rawan kecurangan saat Pemilu 2019. Potensi kerawanan tersebut mulai dari akurasi data pemilih dan penggunaan hak pilih, ketersediaan logistik, politik uang atau pemberian materi lainya, keterlibatan ASN, dan ketaatan prosedur pemungutan dan penghitungan suara.

“Total ada 2.517 TPS yang masuk kategori rawan pada pemilu 2019,” kata ketua Bawaslu Lebak, Odong Hudori saat jumpa pers di kantor Bawaslu Lebak, Minggu (14/4/2019).

Data kerawanan TPS Pemilu tahun 2019. (Data Bawaslu Lebak).

Odong mengatakan, kategori TPS rawan itu didasarkan pada hasil pemetaan pengawas mulai dari tinggkat PTPS, Pengawas Desa, dan Pengawas Kecamatan.

Menurutnya, kategori TPS rawan tersebut paling banyak ada di kecamatan Warunggunung tercatat sebanyak 244 TPS, disusul Cihara 196 TPS, kemudian Rangkasbitung 173 TPS, Leuwidamar 158 TPS, Cimarga 146 TPS, dan Bayah 136 TPS.

“Potensi kerawanan untuk akurasi data pemilih dan penggunaan hak pilih sebanyak 523 TPS, ketersediaan logistik 611 TPS, politik uang atau pemberian materi lainya sebanyak 780 TPS, keterlibatan ASN sebanyak 212 TPS, dan ketaatan prosedur pemungutan dan penghitungan suara sebanyak 391 TPS,” katanya.

Sementara itu, Kodiv Pengawasan, Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (PPHL) Bawaslu Lebak, Ade Jurkoni menambahkan, untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran pada saat pemungutan suara nanti, pihaknya telah merekrut sebanyak 3.992 Pengawas TPS.

“Selain melakukan patroli pengawasan, pengawas TPS juga melakukan pengawasan menggunakan sistem pengawasan pemilu (Siwaslu,-red) yang dilajukan sejak memasuki masa tenang hingga pelaksanan pemungutan dan penghitungan suara di TPS,” imbuhnya. (Deni).