Bantuan Korban Banjir Tak Kunjung Cair, Aktivis Kabupaten Lebak Datangi BNPB Jakarta

Aktivis HMI-MPO Cabang Lebak dan Kumala Pw Rangkasbitung saat audiensi dengan Pelaksana Harian (Plh) Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Jarwansyah di gedung BNPB Jakarta. (Foti/istimewa).

LEBAK- Sejumlah aktivis mahasiswa yang berasal dari organisasi HMI-MPO Cabang Lebak dan Kumala Perwakilan Rangkasbitung mendatangi kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Selasa (21/7/2020).
Kehadiran para aktivis mahasiswa asal Kabupaten Lebak, Banten di kantor BNPB tersebut untuk menanyakan realisasi bantuan bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang yang menerjang enam kecamatan di Kabupaten Lebak pada awal tahun 2020 lalu.

Berdasarkan surat permohonan audiensi nomor 01/HMI-MPO/Kumala Pw Rangkasbitung/VI/2020 terkait mempertanyakan tindak lanjut dana stimulan dan dana tunggu hunian (DTH) dengan pemerintah daerah Kabupaten.

Ketua Umum HMI-MPO Cabang Lebak, Aceng Hakiki mengatakan, banjir bandang yang terjadi awal tahun 2020 lalu telah merusak ribuan rumah dan menelan korbam jiwa. Saat ini warga terdampak terpaksa tinggal di hunian sementara karena belum menerima bantuan seperti yang dijanjikan pemerintah.

“Hari ini masyarakat terdampak menanti kejelasan bantuan dari pemerintah daerah maupun pusat,” kata Aceng Hakiki.

Pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal realisasi bantuan bagi masyarakat terdampak.

“Rencananya setelah audiensi ini kami akan melaksanakan pendampingan terus bagi masyarakat terdampak bencana alam hingga dapat dipastikan hak-haknya sudah di penuhi oleh Negara,” ujarnya.

Sementara, Ketua Kumala Perwakilan Rangkasbitung Eza Yayang Firdaus mengungkapkan, bahwa pihaknya telah melaksanakan audiensi dengan BNPB yang diwakili oleh Pelaksana Harian (Plh) Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Jarwansyah dan mendapat respon positif.

“Tadi kami beraudiensi dan ditemui langsung oleh pak Jarwansyah dan mendapatkan respon yang positif bahkan untuk Dana Tunggu Hunian (DTH) sudah di berikan kepada pemerintah daerah Kabupaten Lebak pada pekan lalu.

Berdasarkan hasil audiensi dengan BNPB, dalam waktu dekat akan ada tim gabungan untuk melakukan verifikasi data ulang terkait tiga spesifikasi kerusakan, baik ringan, sedang, dan rusak berat.

“Mudah-mudahan bantuan dana stimulan ini segera dapat terealisasikan sehingga masyarakat terdapak dapat menjalani aktivitas secara normal,” harapnya.

Sebelumnya, mahasiswa tersebut telah melaksanakan audiensi terlebih dahulu dengan Pemerintah Kabupaten Lebak yang di wakili oleh Kabag Administrasi Pembangunan Setda Lebak, Ajis Suhendi
serta dengan Pelaksana Harian (Plh) BPBD Lebak, Kaprawi pada hari Senin (22/06/2020) kemarin. (*/Deni).