Aktivis Minta Pemkab Lebak Segera Sediakan Tempat Karantina Khusus OTG Covid-19

Aktivis HMI MPO komisariat Latansa Mashiro Cabang Lebak Muhamad Wahyu

 

KABUPATEN LEBAK, ORBITBANTEN.CO.ID – Aktivis HMI-MPO Komisariat Latansa Mashiro Cabang Lebak Muhamad Wahyu mengkritisi sikap Pemerintah yang hanya mengimbau pasien posiitif covid-19 untuk menjalani isolasi mandiri di kediamannya masing-masing. Menurutnya, hal tersebut hanya akan memperparah penyebaran virus yang berasal dari negeri tirai bambu tersebut.

” Hal itu terlalu berisiko, karena dapat dengan mudah mengkontaminasi atau memaparkan virus ini kepada keluarganya bahkan yang lebih dikhawatirkan bisa merambat ke penduduk yang berada di sekitarnya,” kata Wahyu, Jum’at (25/9/2020).

Untuk itu, dirinya meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak untuk segera menyediakan tempat karantina yang menjadi ruang khusus isolasi pasien positif covid-19 di Kabupaten Lebak. Kata Wahyu, penyediaan tempat karantina harus segera dilakukan mengingat tren kasus Orang Tampa Gejala (OTG) Covid-19 di Lebak terus bertambah.

” Kenaikan jumlah pasien Covid 19 di berbagai daerah khususnya di Kabupaten Lebak, menuntut pemerintah daerah untuk lebih cepat tanggap. Terutama masalah ketersediaan tempat karantina yang menjadi ruang khusus isolasi pasien positif Covid-19. Saat ini pasien positif covid-19 di Lebak hanya menjalani isolasi mandiri, sehingga pengawasannya menjadi lemah. Khususnya bagi OTG yang bisa saja berkeliaran secara bebas, sehingga sangat diperlukan adanya tempat karantina khusus pasien covid di Lebak, ” kata Wahyu.

Dalam penanganan virus Corona di Kabupaten Lebak, kata Muhamad Wahyu, pasien yang yang terkonfirmasi positif covid-19 harus mendapatkan perawatan khusus, dan tidak menyatu atau mengkontaminasi pada warga lain. Dengan tersedianya tempat khsus karantina, penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Lebak dapat terkendali.

“Harus segera menyediakan ruangan isolasi di daerah kabupaten Lebak, karena demi menekan dan meminimalisir peningkatan kasus positif Covid-19 di Lebak. Dengan demikian masyarakat dapat melihat keseriusan pemkab dalam mengatasi pandemi ini,” tandasnya.

Sementara itu,  Asda III Setda Lebak Feby Hardian mengungkapkan , pihaknya sudah beberapa kali berkoordinasi dengan pihak lain yang mempunyai tempat yang bisa digunakan untuk isolasi bagi pasien positif covid-19 khususnya OTG, seperti LPP cisalak, maupun Balai Pemulihan dan Pengembangan Sosial (BPPS) yang di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Banten. Namun, hingga saat ini masih belum di izinkan, padahal Bupati Lebak sendiri telag bersurat kepada Gubernur Banten perihal peminjaman gedung tersebut.

“Poin tempat isolasi bagi OTG sudah di bahas juga dengan Forkopimda. Saat ini kita sedang mencari alternatip solusi yang lainnya. Kita sudah koordinasi juga dengan klinik Husada, ” ungkapnya.

Berdasarkan  data yang diperoleh  dari situs Siagacovid19.lebakkab.go.id , Pertanggal 26 September 2020 Jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Lebak berjumlah 156 orang,  dengan rincian 55 orang sembuh,  96 orang menjalani masa isolasi,  dan 5 orang lainnya meninggal  dunia.

 

(*/Red)