KPU Lebak Cermati Pemilih Ganda DPTHP-1 Pemilu 2019

Suasana rapat koordinasi penyempurnaan DPTHP-1 antara KPU, PPK, Bawaslu, Disdukcapil, dan Partai Politik peserta Pemilu 2019 di ruang rapat KPU Lebak. (Foto/Deni).

LEBAK,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lebak, Banten hingga kini melakukan pencermatan hasil temuan sebanyak 4.994 pemilih ganda pada Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Pemilu 2019. Hal itu disampaikan komisioner KPU Provinsi Banten Agus Sutisna saat menggelar rapat koordinasi penyempurnaan DPTHP-1 dan gerakan melindungi hak pilih (GMHP) Pemilu 2019, di ruang rapat KPU Lebak, Sabtu (29/9/2018).

Hadir dalam rakor tersebut, PPK dari 28 kecamatan, KPU Lebak, KPU Provinsi, Bawaslu, Disdukcapil, serta pengurus partai politik peserta pemilu 2019.

Baca juga :
KPU Lebak Tetapkan DPT Pemilu 2019

“Pencermatan ini kita lakukan selama dua hari, mulai hari ini dan besok,” kata Komisioner KPU Banten Agus Sutisna kepada Orbit Banten, Sabtu (29/9/2018).

KPU setempat, kata Agus, bersama dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Bawaslu dan partai politik akan melakukan pencermatan terhadap hasil temuan pemilih ganda pada DPT Pemilu 2019.

Baca juga :
KPU Lebak Coret 2.227 Pemilih Pemilu 2019

“Data yang dicermati ini misalnya, pemilih yang sudah meninggal tapi masih ada di DPT, pemilih pemula, pindah domisili atau perubahan status dari TNI/Polri. Termasuk dugaan kegandaan data pemilih sebanyak 4.994 ini akan kita hapus dengan disaksikan Pengawas pemilu dan parpol,” katanya.

Baca juga :
KPU Komitmen Sempurnakan DPT Pemilu 2019

Koordinasi antara KPU, Bawaslu dan Parpol diharapkan pada masa gerakan melindungi hak pilih (GMHP) Pemilu 2019 ini semua persoalan potensi masalah data bisa diselesaikan.

“Disetiap PPK-PPS nanti dibentuk posko layanan pemilih, termasuk sosialisasi GMHP melalui media sosial. Kita berharap, melalui GMHP ini semua permasalahan pemilih ganda bisa diselesaikan,” harapnya.

Baca juga :
Gerakan Melindungi Hak Pilih

Sementara itu, Divisi Perencanaan, Program dan Data KPU Lebak Apipi menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk menyempurnakan DPTHP-1 atau daftar pemilih tetap hasil perbaikan pertama. Pasalnya, dalam DPTHP-1 masih banyak penduduk yang belum melalukan perekaman KTP-elektronik dan hasil verifikasi faktual di lapangan ada pemilih ganda.

“Untuk Kabuputen terdapat 4.994 pemilih yang diduga ganda. Tapi mudah-mudahan melalui pencermatan yang kita lakukan bersama Bawaslu dan parpol ini semua persoalan potensi masalah data bisa tuntas semua, sehingga tidak ada lagi pemilih ganda saat pelaksanaan Pemilu 2019 nanti,” tukasnya. (Deni).